December 11, 2015

Langkah Bank Indonesia Jaga Stabilitas Sistem Keuangan pada Semester I 2015

Dalam rangka menjaga Stabilitas Sistem Keuangan di Indonesia, Bank Indonesia telah melakukan beberapa langkah yang bertujuan mendorong terwujudnya stabilitas makroekonomi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pada pertengahan tahun 2015, Bank Indonesia antara lain melakukan penyesuaian kebijakan Financing to Value Ratio untuk kredit properti dan penurunan uang muka kredit kendarakan bermotor serta penyempurnaan terhadap Giro Wajib Minimum-Loan to Funding Ratio yang untuk memberikan fleksibilitas kepada perbankan dalam menyalurkan kredit, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Hal ini terangkum dalam Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Edisi No. 25 Tahun 2015 yang mengusung tema “Menjaga Stabilitas Keuangan di tengah Berlanjutnya Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi”. Buku KSK diluncurkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo,pada hari Kamis,10 Desember 2015, di Jakarta.

Di tengah berbagai tantangan perekonomian global maupun domestik, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada tahun 2015 masih cukup solid. Kondisi ini didukung oleh permodalan perbankan yang terjaga di level yang tinggi, jauh diatas ketentuan minimum, serta rasio kredit bermasalah yang cenderung meningkat namun masih terjaga. Ketahanan industri perbankan, dengan pangsa aset terbesar dalam sistem keuangan domestik, sejauh ini masih cukup kuat untuk menyerap potensi risiko yang timbul, khususnya risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas.

Sektor industri keuangan non-bank juga cukup memiliki daya tahan, meskipun dengan risiko-risiko yang cenderung meningkat. Pada sektor rumah tangga, risiko kredit juga relatif masih terjaga dan perlu tetap diwaspadai. Sementara pada sisi infrastruktur sistem keuangan, penyelenggaraan sistem pembayaran tetap berjalan dengan aman, efisien dan andal sehingga menjadi salah satu faktor pendukung utama terpeliharanya stabilitas sistem keuangan.

Berbagai respons kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia di bidang Stabilitas Sistem Keuangan telah dilaksanakan sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia lainnya di bidang moneter dan sistem pembayaran. Bank Indonesia juga telah memperkuat sinergi dan koordinasi lintas otoritas dengan Pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan, dan dalam kerangka Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Dengan kebijakan yang sinergis, diharapkan Stabilitas Sistem Keuangan di Indonesia terus terjaga.

Berita Umum
About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *